Ekstra Part 13. Bima-Nina

1001 Kata

Setelah seharian sibuk dengan tumpukan dokumen, Bima akhirnya mengajak istrinya pulang ke penthouse. Namun, baru saja mereka hendak keluar dari ruangan, pesan dari Dirga masuk. Dia meminta kakak dan kakak iparnya untuk menyusul ke restoran untuk makan malam bersama. Nina langsung sumringah begitu tahu akan makan malam bersama Dirga. Wajahnya berbinar, senyum lebar tak bisa disembunyikan. “Mas, ayo cepet! Aku udah lapar banget, perutku keroncongan nih,” ujarnya sambil meraih tangan Bima dan setengah menyeretnya keluar ruangan. “Sayang, hati-hati. Ingat, kamu sedang hamil,” ujar Bima sambil menahan langkah istrinya yang terlalu bersemangat. Nina menoleh cepat, matanya berbinar makin cerah. “Iya, iya, Mas. Aku hati-hati kok,” jawabnya antusias, lalu kembali menarik tangan suaminya. Bima h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN