Akhir yang Manis

1420 Kata

“Bu, Adek kelihatan senang sekali diajak keliling mall,” ujar Mbak Chandra, baby sitter yang Mama carikan.” Aku memperhatikan putriku yang matanya berkilat, mengikuti pantulan cahaya dari etalase toko mainan. “Iya, kayaknya dia penasaran. Dari tadi nengok terus ke arah sana.” Kami berhenti sejenak di depan toko perlengkapan bayi. Aku pun masuk untuk mencari beberapa kebutuhan tambahan Tiva—meski di rumah sebenarnya sudah lebih dari cukup, tetap saja ada rasa kurang kalau belum belanja. Tiva mengoceh, tangannya terulur ke arah gantungan boneka kelinci di etalase. Aku terkekeh. “Oke, oke, boneka kelinci ini kita bawa pulang juga, ya.” Setelah membayar, kami melanjutkan berjalan menuju area food court. Aku memilih duduk di meja dekat jendela besar yang menghadap ke jalan utama. Mbak Chand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN