Keadaan mulai mencair. Semua orang yang berada dalam penjara sudah bisa mengistirahatkan badan dan terlelap tanpa mempedulikan sekotor apapun ruangan tersebut. Tapi keadaan tidak benar-benar mengizinkan mereka tertidur pulas. Suara sekecil apapun bisa membuat mereka langsung terjaga. Suara tetesan air yang entah dari mana terdengar begitu nyaring di dalam ruangan sepi tersebut. Erangan Simon turut menambah kebisingan. Semua membuka mata, melirik ke arah lelaki yang tengah berusaha bangkit sambil memegangi pipinya itu. Kepalanya terasa sakit, begitu pula dengan rahangnya. “Apa yang terjadi?” tanyanya dengan lemas. “Oh, tidak ada. Kamu terlibat perkelahian kecil tadi. Sebenarnya, sih… kamu yang menyebabkannya,” Johan memberi penjelasan. Sambil mena

