Bab. 8. Agen Properti.

1569 Kata

Esok harinya, sudah seperti hari sebelumnya, Amera sarapan bersama dalam diam bersama dengan sang paman. Dia tak mau melakukan semua dengan cepat, sengaja membiarkan pamannya selesai dan pergi lebih dulu. Tanpa pamit, Danis mulai pergi kerja, sedangkan Amera mulai menghembuskan nafas kasar. "Setiap hari harus menjadi orang yang tak perduli dengan sekitar." Amera bergumam sambil menyandarkan punggungnya di kursi. Gadis itu mulai melihat jam digital di tangan kirinya. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Dia ada janji dengan orang properti jam sembilan. Masih satu jam terisisa ia gunakan untuk duduk diam menikmati teh hangat. Dia juga berkirim pesan kepada Santi mengenai beberapa hal yang harus mereka siapkan dalam acara event besok pagi. Amera akan menemui Santi, setelah dia menyeles

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN