Untuk bisa di posisinya sekarang, Genta melewati jalan panjang penuh liku. Sebelum meninggal mamanya memang menitipkan seluruh sisa uangnya ke Dokter Sifa, untuk biaya hidup dan pendidikan anaknya nanti. Tapi, Genta juga tahu jumlahnya tidak seberapa. Hanya saja Dokter Sifa tidak pernah menyinggung soal itu. Seluruh keperluan Genta selalu dicukupi. Begitupun biaya pendidikannya hingga kuliah. Dia tidak bodoh. Sangat paham kalau uang dari mamanya, tidak mungkin cukup untuk melanjutkan kuliah. Terlebih masuk fakultas kedokteran. Semua adalah uang tantenya. Karena itulah selain biaya kuliah, Genta menolak apapun pemberian tantenya. Seperti halnya saat oleh Dokter Sifa hendak dicarikan kost kaum elit, kendaraan, maupun uang untuk kebutuhan hidupnya. Genta tahu diri. Makanya dia belajar mati-

