Bab 93. Masuk Perangkap

2529 Kata

Otak Andita seketika ngelag. Bersimpuh di lantai berlinang air mata, menatap lekat bagaimana setiap jotosan, jambakan di rambut, dan pukulan kursi itu menghantam tubuh anaknya. Dia seperti ikut merasakan sakitnya. Jerit pilu kesakitan anaknya saat di siksa, membuat telinganya berdengung keras. Terlebih saat melihat jarum suntik itu ditancapkan kasar di leher, lalu Dany kejang kelojotan dengan mata mendelik ke atas. Tidak bisa lagi merintih, karena mulutnya disumpal. Percayalah, jantung Andita terasa seperti ditusuk tombak hingga tembus ke punggung. Sesak tersengal, dengan air mata makin membanjiri wajah kakunya. Sesakit apa anaknya ketika itu? Bagaimana kalau jantungnya benar-benar rusak? Apa mungkin anaknya masih sanggup bertahan hingga sekarang, sedang Arya Harsa saja pasti sudah mati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN