Bara sang pahlawan

1379 Kata
hai semua, pada kesempatan kali ini penulis coba untuk memberikan gambaran tentang Bara di masa kecilnya ya... silahkan disimak semua, semoga suka jangan lupa dukung penulis ya supaya terus semangat untuk melanjutkan cerita ...... * * * * * POV Bara flash back on Saat aku main di taman dekat rumah waktu itu, aku melihat gadis kecil yang imut dan juga unyu.... dia terlihat menangis dan ada beberapa anak komplek yang sama sama sedang bermain mengatainya cengeng. sayup kudengar anak anak itu mengatai Vika cengeng .... Vika cengeng .... Vika cengeng.... aku yakin gadis imut itu bernama Vika.... entah kenapa aku terus memperhatikannya dari jauh, aku semakin kesal karna anak anak laki laki itu mengatai sambil menjulurkan lidah seakan mengejek.. waktu itu usiaku masih sekelas SD, dan masih kecil juga, lalu aku mendekatinya dan berkata " eh Udah dong jangan gangguin kasihan toh kalau diganggu, udah sana pergi pergi sana jangan gangguin lagi Awas aja kalau gangguin lagi ya" anak kecil itu terlihat sesenggukan dan masih terisak, lalu aku mengulirkan tangan dan memperkenalkan diri " Halo nama aku Bara kamu siapa namanya? " " emmm ....emm m.... nama ....emmm .nama aku Vika kak ....... Makasih ya Kak Bara sudah bantuin aku, mereka memang jahat suka ngatain aku ..... hiks ... hiks ..... mereka gak pernah bosan godain aku ..... mereka nakal ..... hiks. hiks. hiks" jawabnya sambil masih menangis " Udah dong nangisnya cantik, kan mereka udah pergi lagian nih ya nanti kalau mereka datang lagi aku bakal hadapin mereka biar nggak gangguin kamu lagi, udah donk Nanti cantiknya hilang loh kalau nangis terus Dah ya".... ucapku sambil mengelus kepala gadis kecil itu setelah tangisnya agak mereda dia mau aku ajak bermain sepeda,,sesekali aku pegangi sepedanya biar gak jatuh lagi hingga menjelang sore dan kami pun bersiap untuk pulang... " cantik udah sore nih Yuk kita pulang besok kita bisa main lagi nanti takutnya kalau pulangnya kesorean kamu cariin sama Bunda kamu, rumah aku di depan sana nomor 3 Kamu di sebelah mana ? mau aku antar nggak? " tanyaku " Nggak apa-apa kok Kak aku bisa pulang sendiri Lagian Rumahku di Gang itu rumah aku nomor 23," ucap Safika " Oke deh kalau kamu bisa pulang sendiri hati-hati ya kalau pulang besok kita bisa main bersama lagi di sini aku tunggu di taman setelah pulang sekolah ya cantik, Sampai ketemu besok " ucap ku lagi pada Vika " ok kak,, bye ... bye .... kak Bara" .... ucap Vika sambil melambaikan tangannya .... dan hari hari berikutnya aku dan Vika selalu menghabiskan waktu dengan bermain bersama, hingga persahabatan kita terjalin begitu erat, entah kenapa aku merasa begitu senang ketika dekat dengannya , aku dan Vika selalu menghabiskan waktu bersama meskipun aku juga tahu sebentar lagi aku akan pergi meninggalkan Vika , karena aku harus pindah sekolah mengikuti nenekku yang berada di kota lain , tapi entah kenapa aku tidak berani untuk mengatakan pada Vika Kalau sebentar lagi kami akan berpisah, aku takut dia sedih dan nangis lagi , aku takut aku akan ikut sedih ketika melihat air matanya menetes dan Menangis Untukku , tapi aku juga bingung karena waktu kepergian ku akan semakin dekat. Jadi bagaimana aku seharusnya bersikap padanya dan memberi tahu bahwa sebentar lagi aku akan pindah untuk ikut nenekku dan tentu tidak akan bisa bermain bersama lagi karena nenekku berada di luar pulau , apakah nanti dia akan mengerti atau Malah dia akan menangis atau bahkan dia akan Benci dan marah padaku karena aku memberitahunya secara mendadak ? oh Tuhan aku harus gimana Apa yang harus aku lakukan ? aku takut aku akan menyakiti Vika kalau aku bilang yang sebenarnya ... Vika punya nama panggilan khusus buatku, yaitu kak Ara, aku sangat senang ketika Vika bilang kalo aku adalah orang spesial di hati Vika, aku adalah pangeran Vika, karena sudah menolong aku dan mau menjadi sahabatnya.... semakin hari aku dan Vika semakin nyaman bermain bersama dan kita berjanji akan menjadi sahabat selamanya.... namun ada yang membuatku semakin resah ...... yakni ketika waktu pindah ku semakin dekat Aku memberanikan diri untuk menemui vika dan berbicara apa adanya supaya dia tahu kalau aku sebentar lagi akan pergi. Meskipun begitu Aku ingin tetap selalu akan menjadi Sahabat Kecilku , sahabat terbaikku yang sangat aku sayangi. apakah suatu saat aku akan bertemu dengannya lagi atau tidak ? Tapi aku yakin dalam hatiku itu ada nama Vika di dalamnya dan hingga sampai saat nanti aku akan bertemu kembali dengan Vika dan mengungkapkan semua perasaanku padanya tapi apakah ini mungkin? Apakah aku bisa mewujudkan nya? Oh Tuhan bantu aku untuk mendapatkan jawaban yang terbaik, terbaik bukan hanya bagiku tapi bagi semua orang, ....... hari itu tepat nya hari sabtu, aku datang ke taman seperti biasa, disana aku melihta Savika sedang bermain boneka dengan beberapa anak komplek, begitu melihatku datang, dia langsung berlari ke arahku dengan wajahnya yang ceria. " kok tumben kak Ara udah datang aja? ayo kak kita main.... " ucapnya dengan suara riang.... " Vika, ,.,,,,,, Vik.... kakak mau ngomong sebentar boleh? " ucapku pelan, langsung Vika menoleh dan memandang ke arahku dengan sedikit mengernyitkan dahi, aku tau dia pasti bertanya tanya apa yang akan aku bicarakan... " aku akan pindah untuk sklh ditempat nenek aku Vik, jadi nanti setelah ini kita gak bisa main bareng lagi Vik..." ucapku " maaf ya cantik karna aku harus ninggalin kamu, dan gak bisa maen bareng kamu lagi,, tapi nanti suatu saatkalo sekilah aku sudah selesai aku akan balik lagi kesini kok, kita bisa berkirim surat dan juga saling memberi kabar kan... jadi jangan sedih ya cantik " ucapku lagi kulihat wajah Vika sudah sedih dan mulai menitikkan air mata, aku mencoba menenangkannya dan beberapa kali mengusap kepalanya supaya dia berhenti menangis karena Sungguh aku tidak tega melihat Vika menangis dan bersedih aku mencoba menghiburnya dengan memberikan hadiah kepada Vika berupa boneka beruang yang bisa menjadi teman curhat nya nanti ketika aku tidak ada dan tidak bisa menemaninya nya, tapi aku sangat berharap jika tidak akan pernah melupakan ku teman masa kecilnya dan aku pun tidak akan pernah melupakan Vika karena dia begitu istimewa dan spesial bagiku .... Entahlah aku tidak mau buru-buru mengatakan itu adalah cinta karena usia kami masih sangat muda tapi hatiku selalu berkata untuk melindungi dia menjaganya dan terus membuatnya bahagia disampingku .... mungkin terlihat norak tapi entah kenapa hatiku merasa bahagia jika disampingnya. Tuhan .... aku berharapSuatu saat aku bisa bertemu lagi dengan Vika, Aku janji aku akan menjaganya dan tidak akan pernah menyakitinya sedikitpun, aku akan menjadi pangerannya akan menjadi pelindungnya yang akan selalu menjaga dan disampingnya, ..... menemani hari-harinya baik suka maupun duka Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ketika nanti aku bisa bertemu dengannya lagi... akhirnya hari dimana aku harus pergi sudah tiba, aku menemui Vika untuk berpamitan, dan tak kusangka dia membawa kotak besar ..... " hai cantik udah lama nunggunya ya? aku baru selesai berkemas soalnya, jafi agak lama ya, eh kamu bawa apa tuh? kak Ara jadi penasaran, apa kotak itu buat kakak?" tanyaku pada Vika "ini hadiah perpisahan buat kak Ara dari aku,,, semoga kakak tidak akan melupakan aku, dan selalu ingat kalo aku adalah sahabat kakak... kakak mau kan menyimpan ini, dan akan membawanya ketika nanti kita ketemu lagi?" ucapnya sambil menyerahkan kotak itu padaku " wah isinya banyak sekali Makasih ya cantik ada banyak mainan juga ya di sini aku pasti akan menyimpannya Nanti kalau aku sudah berada di tempat yang baru aku akan berkirim surat ke kamu jadi nanti kita bisa saling bertukar kabar Aku akan kasih nomor telepon aku di sana supaya nanti kita bisa tetap ngobrol walaupun kita berjauhan oke" ucapku sambil tersenyum pada Vika... setelah kita puas bermain aku berpamitan pada Vika dan aku sudah harus berangkat besok pagi-pagi sekali sehingga enggak mungkin untuk aku berpamitan lagi dengan Vika . ketika malam hari aku ku buka barang-barang yang diberikan oleh Vika sambil menata barang dan juga baju-baju aku , tak lupa mainin, buku dan perlengkapan yang lainnya di dalam koper. aku juga memasukkan kotak dari Vika dan semua yang diberikan oleh Vika aku berjanji dalam hati aku sendiri kalau aku akan menjaga pemberian dari Vika sampai nanti ketika kita dipertemukan kembali suatu saat nanti.... flash back off sekian dulu ya tulisannya, akan disambung lagi esok hari ya .... jangan lupa ikuti kita terus ya ....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN