111. Pacaran Dulu

2385 Kata

Selesai makan, Adam membawa Elsa ke ruang tengah, menonton televisi. Elsa santai menyelonjorkan kakinya di pangkuan Adam. “Aku pijitin,” bilang Adam. Memijit lembut kaki dan tumit kekasihnya. Elsa mengangguk. Iseng menggodai ‘adik’ Adam dengan kaki. Adam hanya tertawa kecil, “Lagi gak pengen nafsu, Dek,” bilang Adam. Lanjut memijiti kekasihnya. “Aku sentuh gini gak nafsu?” Elsa kian menggesek milik Adam dengan telapak kakinya. “Enggak kalau sama kaki. Kalau Adek ciumi mungkin iya.” “Aish.” Kesal, Elsa semakin ngelunjak. Meletakkan satu kakinya di pundak Adam. “Hahaha.” Adam tak tahan lagi, mencium milik Elsa. “Mau coba puasa? Kita bisa berhenti melakukannya sampai Adek selesai ngerjain skripsi. Selesai sidang kita buat kencan course. Nge-date, jalan-jalan, makan-makan, ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN