116. Orang Tua Elsa

2138 Kata

Nathalie membawa mereka ke restoran di lantai sembilan. Wanita itu tenang memesan kopi untuk dirinya sendiri. Adam gugup dan tegang. Memang, sekilas lihat, wanita di depannya tidak ada miripnya sama sekali dengan Elsa. Namun, jika dilihat lebih dekat, ekspresi wanita itu mirip sekali seperti saat Elsa sedang marah atau merajuk. “Selamat. Aku dengar kalian akan segera menikah,” bilang Nathalie. Tidak terlihat tulus. Hanya basa-basi. Baik Adam maupun Elsa, tidak ada yang menjawab. “Beruntung sekali kamu, Elsa. Mendapatkan calon mertua sebaik keluarga Tantama. Tantama dan Ekberg ya? Mujur sekali nasib kamu.” Nathalie tertawa seorang diri. Adam yang mendengar ucapan Nathalie, tak lagi gugup. Ekspresinya datar, mencoba menyembunyikan rasa tak suka. “Mama bilang akan menjemputku,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN