124. Nikahi Aku, Kak

1973 Kata

“Aku bawain nasi putih sama kari Jepang,” bilang Elsa, meletakkan kotak bekal di atas meja. “Wah. Kedengarannya enak. Adek udah makan?” “Udah, dikit tadi,” balas Elsa manis. “Okay. Kalau mau lagi nanti aku suapin,” balas Adam dengan cengiran. Elsa menggelengkan kepala. “Aku saja yang nyuapin Kakak.” “Ehehehehehehhe. Okayyyy.” Senyum Adam lebar sekali. Sampai kedua matanya sipit saking bahagianya. Dalam ruang rapat yang sepi itu, Adam dan Elsa duduk berdampingan. Elsa membuka tas jinjing yang dia bawa. “Aku bawain air putih dingin, kopi dingin, sama rokok.” “Eh??” Betapa mata Adam berbinar-binar. Melihat Elsa mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari dalam tas jinjing. “Tahu dari mana kalau aku suka merek ini??” tanya Adam bahagia. Senyum Adam sumpah. Bahagia banget. “Tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN