"Kak lihat, Kak, yang itu bintangnya terang banget ya?" Langit mengangguk setuju. Dia ikuti ke mana tangan Senja menujuk. Benar memang di atas sana ada satu bintang. Dia sendirian, namun dia berhasil menunjukkan sinar paling terangnya diantara banyak bintang yang lain. Langit tersenyum menatap satu bintang itu. "Indah ya, Kak? Dia hebat, bisa paling terang padahal dia sendirian. Yang lain rame-rame tapi redup," tutur Senja lagi. Malam ini, di selimuti dinginnya udara, Langit dan Senja sedang berada di sebuah tempat paling tinggi dari satu gedung di Jakarta. Keduanya berada di rooftops kantor tempat Ayah Langit bekerja. Tingginya gedung membuat Langit dan Senja merasa begitu dekat dengan hamparan alam raya yang indah. "Andai jadi bintang, gue kayaknya mau deh Kak jadi kayak bintang

