Sementara itu tanpa di ketahui Arga dan Lembayung oleh - oleh yang mereka bawa sudah habis terbakar menjadi abu di halaman belakang atas perintah Shofia. Sesampainya di kamar nya, Arga merebahkan tubuh istrinya dan menidurkan kepala lembayung di lengannya di atas peraduan yang terasa dingin. " Sayang maafkan atas kelakuan Mama tadi ya, mungkin untuk seterusnya sayang harus benar - benar bisa mengambil hati semua orang di rumah ini, memang itu bukan pekerjaan yang mudah tapi mungkin juga bukan pekerjaan yang sulit. Aku berharap semoga Mama benar - benar bisa iklas menerima sayang sebagai menantunya."lirih Arga. Pemuda itu membelai kepala istrinya dengan lembut dan berharap kelak keluarga mereka akan rukun dan bahagia hidup bersama dalam satu rumah. " Inshaa Allah sayang aku akan te

