Ada suatu rasa kebanggaan di hati Mbok Minah akan Arga. Kata - kata yang ia ucapkan malam itu telah berhasil menyadarkan anak yang telah ia asuh sejak bayi dari hasutan dan tipu musihat Ibu kandung serta istri sirihnya. Ternyata Putra asuh nya itu masih memiliki hati nurani. Dengan napas lega Mbok Minah pergi meninggalkan Arga dan Lembayung dengan perasaan yang mengharu biru menuju dapur untuk membantu para pembantu rumah tangga yang lain. Karna walau saat ini ia sudah tidak bekerja lagi dengan Shofia melainkan dengan Lembayung namun ia tetap menjadi kepala para pelayan dan panutan bagi seluruh pembantu di rumah itu, berhubung Mbok Minah lah yang selama ini mengetahui seluk beluk rumah keluarga Kusuma dan ia juga faham akan makanan apa yang di sukai atau pun tidak di sukai oleh seluruh

