Anton terus memandangi wajah sayu Ambar Wati, wajah manis itu tampak sangat lusuh dengan bekas lelehan air mata yang masih menggenang di sudut pipinya. Entah kenapa saat pertama kali melihat Ambar Wati Anton sudah jatuh hati kepada gadis ini. Sifat nya yang periang dan terbuka serta kesederhanaan nya membuat Anton tertarik. Diam - diam Anton selalu memerhatikan gerak - gerik Ambar dari jauh. " Aku tahu Mas, air mata ini tidak layak tertumpah untuk pria b******n seperti Adit. Tapi, walau bagaimana pun aku dan Adit sudah lama menjalin hubungan sejak kami kuliah dulu. Aku sama sekali tidak menyangka Adit akan sekejam ini kepadaku. Cinta dan pengorbanan ku selama ini di balas dengan pengkhianatan serta penghinaan. Rasanya sangat menyakitkan sekali Mas " lirih Ambar yang tidak kuasa menaha

