Penyesalan Dokter Badai

2218 Kata
Arga menceritakan semuà yang terjadi, tentang perjodohannya dengan Dinda dan kejadian sewaktu di rumah Arga saat mengajak Lembayung makan malam bersama keluarganya yang juga di hadiri Dinda. Mata wanita paruh baya itu tampak berkaca - kaca, hatinya sangat sedih mendengar cerita penghinaan yang di lontarkan Bu Sofhie. Bu Dewi memeluk Putrinya yang nampak sembab karna menangis. "Apa kamu sudah pikir baik baik nak, menikah tanpa restu orang tua bukanlah hal yang mudah untuk di jalani di kemudian hari nantinya. Banyak kendala.dan jbatan yamg akan kalian hadapi, apakah kamu sudah siap akan segala resikonya " tanya Bu Dewi kepada Arga. Wanita itu tampak ragu akan keputusan Arga menikahi Putrinya tanpa restu orang tuanya. " Dan kamu Lembayung , apakah kamu siap dengan segala kosekwensinya. Dengan apa yang akan kamu hadapi terhadap keluarga suamimu yang tidak merestui pernikaha kalian dan tidak menyukaimu ?" Tanya ibu ke Lembayung. "Iya bu , aku siap dan rhido , aku akan berusaha menjadi istri dan menantu yang baik . Dan akan berusaha merebut hati keluarga mas Arga supaya menerima Lembayung." lirih lembayung. "Arga, menikah diam - diam tentu saja akan sangat menyakitkan hati orang tua manapun. Tapi sesakit apapun hati kedua orang tuamu mereka akan tetap maafkan dan menerima kamu, di karenakan rasa kasih sayang dan cinta orang tua terhadap anaknya. Namun tidak untuk Lembayung, mereka akan tetap sulit menerima dan memaafkannya. Berjanjilah kepada Ibu apapun yang terjadi kamu harus tetap menjaganya membelanya , melindunginya dan Tidak akan permah meninggalkan Lembayung dalam kondisi apapun juga" pinya Bu Dewi dengan mata berkaca - kaca menatap Arga penih harap. "Baik Bu! Saya berjanji akan tetap mencintai, melindungi dan membela Lembayung sampai akhir hayat saya. Saya tidak akan pernah meninggalkan nya apalagi mengkhianati nya. Saya bersumpah di hati ini hanya akan ada satu wanita yang paling saya cintai yaitu Lembayung ! " Janji Arga dengan tegas di hadapan Bu Dewi. Wanita itu mengangguk yakin akan segala janji dan ucapan Arga calon menantunya itu. " Baiklah kalau begitu , besokk ibu akan mendatangi pak RT dan mengurus surat surat yang di butuhkan untuk mendaftarkan pernikahan kalian ke KUA " Ucap ibu. "Terimaksih ya bu, sudah merestui kami rencananya hari Jumat nanti ijab kabulnya. Arga ingin secepatnya pernikahan ini terlaksana dan membawa Lembayung ke keluarga Kusuma. "pungkas Arga "Baiklah semoga Allah meridhoi pernikahan ini , dan melancarkan segala urusan kita " doa bu dewi yang di aminkan oleh Lembayung dan Arga. "Kalau begitu Arga pamit dulu ya bu, besok Arga juga akan mengurus surat surat yang di perlukan ." pemuda itu berpamitan pulang sembari mencium tangan Bu Dewi dan mencium kening lembayung. Mereka berdua mengantarkan Arga sampai ke mobil . Keesokan harinya Ambar mendatangi Lembayung sahabatnya. Dengan menaiki sepeda motor scupy merah kesayangannya. Sedangkan ibu pergi menjumpai pak RT , untuk mengurus pernikahan Lembayung dan Arga. "Hayyyy Lembayuuung , I comiiiiiiiing!!" teriak ambar sembari menyandarkan sepeda motornya begitu saja di bawah pohon rambutan yang mulai berbuah tepat di samping rumah. Para karyawan di Rumah makan Bu Dewi hanya tersenyum melihat tingkah kocak gadis tomboy itu. Tingkah Ambar yang urakan dengan mengenakan kemeja yang di linting lengannya serta celana jeans yang sengaja koyak di bagian lutut membuat kesan maskulin namun lucu sebab tubuh Ambar lumayan mungil. Yaa setiap kali datang Ambar pasti akan membuat kehebohan dan kegaduhan di rumah makan Bu Dewi. Tak jarang Ambar juga kerap mencagilin para pekerja di situ dengan tinggah kocaknya. Sifat nya ya tidak bisa diam membuat suasana menjadi riang jika Ambar sudah datang. " Haaii , honey how are you today , I really miss you dear " sapa ambar " I am fine my dear , i miis you too " balas Lembayung. Tapi tiba tiba Ambar terlihat sedih tidak seperti biasa nya . Wajahnya nampak muram dan tidak happy. "hayyy ...what happened dear, why is your face sad like that." tanya Lembayung sembari memegang dagu Ambar. " ini semua tentang mas Badai Yung . Tidak tau kenapa beberapa hari ini mas badai murung terus." keluh Ambar dengan sedih. Ambar menceritakan kesedihan yang di alami dokter badai dalam beberapa hari ini. Dokter badai kebanyakan diam dan banyak mengurung diri ketika pulang dari rumah sakit. Ambar tidak tahu apa sebabnya. Dokter badai tidak pernah mau cerita kepada Ambar perihal apa yang telah membuat nya murung. Makanya Ambar meminta Lembayung untuk berbicara kepada dokter badai. Siapa tahu Dokter Badai mau berbicara kepada Lembayung mengingat selama ini Dokter Badai hanya akan menuruti dan mendengarkan gadis cantik itu. Dari depan rumah makan, tampak seorang wanita setengah baya datang dengan seorang gadis cantik berpakaian seksi turun dari mobil alfart hitam. Wanita itu tak lain adalah Mama shofie dan Dinda. " Ooohhh ini toh rumah kamu !, pantas saja tidak tahu malu, dasar miskin !! Kamu sengaja ya mencari laki laki kaya untuk di jerat dan nikahi agar kamu bisa porotin uangnya kan ? dasar gembel !." Dinda mengejek dan menghina Lembayung sesampainya di dalam . "Kamu siapa lancang sekali mulutmu ya , apa ķamu tidak sekolah sehingga tidak punya sopan santun begitu. Kalau bertamu itu yang sopan dong "hardik Ambar tidak terima sahabatnya di hina oleh orang tidak di kenal . "Sudah , sudah Mbar, biarkan saja, itu Mama mas arga." ucap lembayung menenangkan Ambar yang mulai tersulut emosinya. " Saya tidak ada urusan dengan kamu gadis deki ! minggir kamu ! urusanku dengan w************n ini . "hardik Shofie sembari mendorong pundak Ambar minggir sampai terhuyun huyun , di sertai senyuman culas Dinda yang menyaksikan Sofie memdorong Ambar yang memcoba melindungi Lembayung. "Heeii Lembayung! kamu itu harusnya tahu diri. tempat kamu itu di selayaknya di bawah kaki dan sangat tidak pantas berdampingan dengan anakku . Lihat kehidupan kamu yang pas pasan ini dan lihat kehidupan kami yang bergelimang harta . Sangat tidak sepadan bagaikan langit dan bumi. Sebenarnya apa yang kamu inginkan supaya kamu bisa hengkang dari hidup Arga haaahh !!? Uang !, uang yang kamu inginkan!. Baik berapa yang kamu mau untuk meninggalkan anakku . Ini saya rasa cukup untuk orang macam kamu . Ini kamu ambil dan kamu harus pergi dari kehidupan anakku. ". cibir shofie sembari melemparkan bungkusan amplop berisi uang sebanyak seratus juta rupiah seraya gegas pergi dari tempat itu dengan umpatan yang terus keluar dari bibir merah nya. Lembayung sangat terkejut dan merasa terhina atas perlakuan Mama Arga. Ia bergegas mengambil bungkusan uang itu dan mengejar Bu Sofhie di ikuti Ambar dari belakang. " Tunggu tante! tunggu sebentar !" Lembayung menarik tangan Shofie dan meletakkan kembali uang tersebut di tangan nya dengan keras " Iya Tante aku memang miskin harta tapi tidak miskin hati! Walau hidup kami tidak bergelimang dengan harta, nun aku cukup tahu etika dan tata krama!. Ini bawa kembali uang Tante!" Tegas Lembayung menatap tajam.wanita itu. " Aku benar - benar mencintai mas Arga dengan tulus tanpa memandang status nya dan aku tidak akan pernah meninggalkan ia. Kalau tante tidak menyukaiku maka suruh saja anak Tante yang meninggalkan aku , sebab aku tidak akan pernah mau melepaskannya " ketus lembayung dengan tegas yang semakin menyulut amarah Shofie dan Dinda. "Dasar gadis sombong!, miskin aja belagu! Kamu itu gadis gembel yang tidak tahu malu! ..ayook Maa kita pergi saja dari tempat sialan ini . "ucap Dinda dengan sombongnya sembari masuk ke mobil di ikuti mama Shofie yang sedikit shok atas ucapan Lembayung. Sementara itu Ambarwati yang sedari tadi diam mulai terpancing emosi saat mendengar umpatan Dinda. "Pergi sana kalian! kami juga tidak butuh dan tidak ada urusan dengan manusia sombong seperti kalian! Ingat harta tidak di bawa mati . Di atas langit masih ada langit, ingat itu orang sombong! " teriak Ambar sembari mengejar mobil Dinda dan melemparkan sandal yang dia pakai dengan geram. Dan tentu saja lemparan Ambar tidak kena karna mobil itu melesat dengan kencang . " Itu mama nya Arga Yung , yang benar aja Yung kamu mau punya mertua Mak Lampir sombong dan kasar seperti itu. Apakah sudah kamu pikirkan masak masak. Lebih baik kamu menikah dengan Kakakku saja , apalagi Ayah dan Ibu ku sangat menyayangimu sejak kecil seperti putrinya sendiri. Mereka juga ingin kamu menjadi menantunya ." tawar Ambar sembari menggandeng sahabatnya itu menuju sebuah tempat duduk di bawah pohon dekat rumah Lembayung . "Aku sangat mencintai Mas Arga Mbar, dan sudah berjanji akan menjadi istri dan menantu yang baik untuk keluarganya. Lagian cinta juga tidak dapat di paksakan. Pelan pelan aku akan berusaha mengambil hati mertuaku nanti Mbar. Semuanya butuh proses " jawab lembayung sambil menatap kedepan di mana mobil yang di naiki shofie dan Dinda menghilang dari pandangan. "Saat ini ibu sedang mengurùs surat surat pernikahan kami , rencananya Jumat depan kami akan melangsungkan pernikahan secara sederhana. Kamu datang ya Mbar temani aku , ajak Paman dan Tante juga serta Mas Badai. Aku juga mau minta doa restu mereka." pinta lembayung lagi. "Secepat itu Yung , apa tidak terlalu terburu buru kalian mengambil keputusan.? " Tanya Ambar terkejut karna tak menyangka akan secepat itu mereka memutuskan untuk menikah. " Kami sudah pikirkan baik baik Mbar , kami juga siap atas segala kosekwensi uang akan terjadi " pungkas lembayung dengan yakin . "Ya sudahlah kalau begitu Yung , aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu dan Arga. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ku jugà. Tapi aku mohon padamu. Temuilah kak Badai ya , bicara lah dengan dia " ungkap Ambar memohon " Iya Mbar tentu saja , sore nanti aku akan kerumahmu menemui Mas Badai." Ujar lembayung sembari memeluk pinggang sahabatnya itu. Ada rasa sesak, takut, khawatir dan merasa bersalah campur aduk di hati Lembayung. Tapi sekuat tenaga ia mencoba menutupi dan menyembunyikan mya dari Ambar Wati. " Terimakasih ya Yung. Oh iyaa, aku harus bergegas pulang, hari ini akan ada wawancara kerja di salah satu perusahaan swasta, doakan aku berhasil ya Yung. "ucap Ambar sembari bangkit dari duduknya dan menggenggam tangan sahabatnya . "Iya Mbar pasti ku doakan yang terbaik untukmu. Semoga sukses ya Semangaaattt !! " teriak Lembayung dengan nada tertahan menyemangati sahabatnya, mengepalkan jari jari dan mengangkatnya. Ambar tersenyum sembari mengangguk kemudian menghampiri sepeda motornya . Setelah melambaikan tangan ke Lembayung dia pergi mengendarai sepeda motor itu membelah jalanan menuju ke rumahnya. Sesuai janji nya kepada Ambar sore itu Lembayung pun pergi ke rumah Dokter Badai, dengan menggunakan sepeda motor pario 125. Tak berselang berapa lama Lembayung telah sàmpai di halaman rumah Dokter badai yang cukup luas dan asri. Tampak orang tua dokter Badai tengah duduk di teras sambil menikmati secangkir kopi dengan pisang kepok goreng panas. Sedang kan Ambarwati belum pulang wawancara di perusahaan tempat dia melamar pekerjaan. Setelah memarkirkan sepeda motornya Lembayung langsung menyapa orang tua Dokter Badai. " Asalamualaikum Om Arya, Tante Rima, bagai mana keadaan Om dan Tante sehatkan ? " sapa Lembayung dengan ramah dan sopan. "Waalaikum salam cah ayu, Om dan Tante sehat . Cah ayu kok baru datang kemana aja. Om dan tante kangen loh. Apalagi Mas mu itu , uring uringan terus kangeeen sama cah ayu " ucap Tante Rima dengan dengan senyum.yang mengembang di bibirnya. "Akhir akhir ini Bayung sibuk Tante, banyak yang di kerjakan sehingga tidak sempat menjenguk Om dan Tante , Bayung minta maaf ya Om, Tante." desis Lembayung sembari duduk di sebelah Tante Rima. "Lagi pula ada yang mau bayung sampaikan sama Om dan Tante." ujarnya lagi. "Ooh iyaa, apa itu cah ayu , tante kok jadi penasaran ? ujar Tante Rima memandang Lembayung penasaran. "Begini Tante dan juga Om, hari Jumat depan Bayung akan menikah dengan calon suami Bayung namanya Mas Arga Permana Kusuma. Bayung mohon kehadiran dan doa restu Om dan Tante sebagai keluarga Bayung. Di sini bayung tidak punya keluarga lain selain Om dan Tante. " Lembayung nampak memohon kepada Om Arya dan tante Rima. "Aaapaaa, menikah ???" pekik Om Arya dan Tante Rima secara spontan. " Kenapa tiba tiba sekali cah ayu, dan bagaimana dengan Mas mu! Apa cah ayu selama ini tidak tahu Mas mu Badai berencana mempersunting dirimu? Tapi malah keduluan orang lain. Kasihan sekali mas mu jika sampai tahu hal ini. Pasti akan sangatvpatah hati" kesah Tante Rima dengan wajah sedih sembari menarik napas panjang mendengar kabar perniķahan Lembayung yang tiba tiba. " Maafkan akuTante, selama ini aku tidak pernah tahu hal itu. Mas Badai tidak pernah bercerita apapun tentang perasaannya nya kepadaku. Sehingga ku pikir perhatiannya serta kasih sayang nya hanyalah sebagai adik saja kepadaku. Sekaliblagi maafkan aku Tante" lirih Lembayung penuh penyesalan. "Tidak apa - apa cah ayu. Mungkin kalian memang tidak berjodoh. Tapi kenapa pernikahan mu ini kok Tante rasa terlalu tiba - tiba nak?" desah Tante Rima. "Karna ada suatu hal makanya pernikahan kami di percepat Tante. Aku minta maaf ya , karena telah mengecewakan Om dan Tante." lirih lembayung lagi dengan wajah menunduk. " Sudah... sudah sayang, jangan bersedih begitu nanti hilang loh cantiknya. Om dan Tante pasti datang kok. Tidak mungkin kan putri sendiri sedang berbahagia orang tuanya tidak datang. Lagian yang namanya jodoh sudah di atur oleh gusti Allah. Mungkin cah ayu dengan Mas Badai belum berjodoh. Tapi Om mohon temuilah Mas mu di kamarnya sana bicara lah dengan dia. Sejak kemaren dia murung terus." Pinta om Arya kepada Lembayung. "Iya Om, Tante, aku ijin ke kamar Mas Badai dulu ya " ujar lembayung memohon ijin dan beranjak menemui Dokter Badai di kamarnya. " Pergilah cah ayu , sana temui Mas mu " ucap tante Rima. Perlahan Lembayung beranjak pergi menemui Dokter Badai di kamarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN