Seumur-umur, Redo baru kali menyuapi seseorang, yaitu papanya yang masih sakit. Redo yang biasanya tidak sabaran, kini terlihat telaten menyuapi papanya. “Setelah ini Redo nemuin mama ya, Pa,” izinnya. “Mulai hari ini Redo bakal bantu mama.” Papa Redo tersenyum meski terlihat samar. Sejak dia sakit, Redo sangat perhatian mengalahi perhatiannya dulu. Sejak Redo lahir, bisa dibilang Papa Redo tidak pernah menyuapi anaknya. Tidak pernah mengantar jemput anaknya, hanya memberikan uang lebih untuk keperluan Redo. Sekarang di saat dia sakit, Redo membalas dengan cara yang berbeda. Hal itu membuatnya ingin menangis dan memohon permaafan ke Redo, karena pernah menyia-nyiakan anaknya itu. “Papa kenapa?” Redo mengernyit melihat papanya yang tiba-tiba terlihat sendu itu. “Pusing? Atau papa ngerasa

