Brum! Suara deru mobil itu terdengar hingga perlahan menghilang. Gadis yang sejak tadi berdiri di balik jendela langsung menyibak gorden. Dia menatap ke jalanan di depan dengan wajah sendu. Barusan Redo di sana menunggunya dan Ayesha tahu itu. Namun, dia tidak berani keluar. Sebenarnya Ayesha tadi menguping dari dekat tangga, mendengar setiap penjelasan Redo yang terkesan membelanya. Sayangnya sang mama sama sekali tidak percaya, bahkan mengusir Redo. Tadi Ayesha ingin menghalangi, tapi Afisha langsung menahan. Meyakinkan jika tindakan itu semakin memperburuk keadaan. Atau lebih parahnya mamanya akan semakin protektif kepadanya. Ayesha tidak menyangka, mamanya bisa bersikap cukup kasar kepada Redo. Bentakan dan makian tadi bahkan membuat Ayesha ketakutan. Dia takut Redo sakit hati karen

