[16] Kenangan

1961 Kata

Jika, dalam perjalanan menuju rumah sakit Ayesha tidak berhenti tersenyum, berbeda saat perjalanan pulang. Bibirnya membentuk garis lurus dan sorot matanya terlihat tajam. Mood-nya berubah drastis setelah pertemuannya dengan cowok tadi. “Sha. Lo lupa sama gue?” Pertanyaan itu membuat Ayesha melirik sekilas. Cowok berjaket hitam itu duduk di sampingnya dan menatapnya intens. Ayesha seketika membuang pandang menatap ke luar jendela. “Inget kok,” jawabnya pelan. “Terus kenapa diemin gue?” “Lagi capek aja!” Srek! Ayesha merasa Agli memutar tubuh menghadapnya. Demi Tuhan, Ayesha ingin menghilang saja daripada bersama Agli. Selama ini dia hampir lupa dengan cowok itu. “Apa karena gue ke Thailand nggak pamit sama lo?” tebak Agli. “Gue udah lupa.” “Terus kenapa lo bersikap sok nggak kenal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN