Taksi berhenti tepat di depan rumah dengan gerbang setengah terbuka. Gadis dengan rambut yang mulai berantakan itu segera turun kemudian menunduk ke sisi penumpang. “Pak, tadi udah dibayar, ya.” “Iya, Non.” Ayesha berbalik dan berjalan masuk. Hari masih siang, tapi dia sudah berada di rumah. Niat awal ingin ke kafe bersama Redo tapi cowok itu pergi. “Huh...” Ayesha menghela napas, ingat saat Redo pergi dengan pria yang tidak dia ketahui namanya. Bukannya Ayesha marah, bahkan dia sangat mengerti. Mungkin saja Redo sedang menyelesaikan masalahnya. Hanya saja, dia merasa belum puas menghabiskan waktu dengan cowok itu. “Gue nggak boleh egois,” gumamnya sambil menggeleng pelan. “Lo kenapa, Sha?” Pertanyaan itu membuat Ayesha langsung berjingkat. Dia menoleh dan melihat Agli sedang berb

