[30] Penyesalan

1949 Kata

“Tapi kamu wajib lanjutin ini, Redo,” kata Mama Redo. “Jangan jadi anak durhaka. Sudah cukup rencana mama dulu kacau karena kelahiran kamu.” Bibir Redo seketika terbuka. Apakah kelahirannya tidak diharapkan? “Mama cukup!!” Papa Redo langsung menginterupsi. Sayangnya Redo terlanjur mendengar kalimat mamanya. Sontak dia menatap mamanya dengan pandangan sendu, bahkan matanya mulai berkaca-kaca. “Jadi Redo sama sekali nggak kalian harapkan? Benar kayak gitu?” Mama Redo terdiam dengan napas memburu. Dia tidak menyangka telah mengucapkan kalimat itu ke Redo, anak kandungnya sendiri. “Redo.. Mama... Maksud mama nggak gitu.” “Apa bener kalian nggak mengharapkan Redo?” potong Redo dengan cepat. Papa Redo langsung memeluk anaknya itu dengan sayang. Dia merasa ucapan istrinya begitu menyakitkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN