31

3017 Kata

Berbeda dengan Vanessa yang menyusuri jalan sambil menangis, di dalam restoran justru sangat menegangkan. Reza berhadapan dengan Fahran yang sedang mengepalkan tangannya dengan kuat. Fahran tahu betul apa yang terjadi karena ia menyaksikan semuanya di ruang monitor CCTV. Ingin sekali ia memberi Reza sebuah hadiah, tapi ia masih berusaha menahannya agar tidak terjadi keributan yang dapat membuat para pekerja di restoran itu merasa risi. Reza menangis, bahkan kedua lututnya tidak mampu menahan beban tubuhnya hingga ia duduk di lantai sambil menangis. Beberapa menit lalu, ia ingin menahan Vanessa, tapi urung ia lakukan karena ingin memberikan waktu Vanessa untuk sendiri dan ia tidak ingin memperburuk keadaan. "Bunuh saja aku, bunuh. Lebih baik aku meninggal daripada harus melihat air mata V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN