24

947 Kata

Pandangan Reza tertuju pada tempat tidur kosong di hadapannya. Terlintas sebuah memori di pikirannya saat seorang wanita yang masih menyandang status sebagai istrinya terbaring di atas sana dalam pelukannya setelah melakukan ritual suami-istri. Ia berjalan mendekat ke arah tempat tidur itu dan menempati posisi yang sama seperti saat ia menarik Vanessa dalam pelukannya. "Aku merindukanmu, Vanessa. Kumohon jangan tinggalkan aku." Reza mengerang frustrasi sambil menjambak rambutnya yang memanjang itu. "Aku tahu kalau aku terlambat menyadarinya, tapi kenapa seperti kesalahanku tidak termaafkan?" "Jangan tinggal berdiam diri, Reza. Kamu harus semangat!" kata Reza pada dirinya sendiri saat menatap pantulan dirinya di sebuah cermin. Ia bangkit lalu pergi ke sebuah tempat di mana ia dapat menemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN