Se-la 34 "Erin masih tidur?" Upal menoleh kearah pintu ruang rawat saat melihat Helda masuk kedalam. Wanita paruh baya yang terlihat masih cantik jelita itu masuk diikuti oleh Darel yang ada di belakangnya, laki-laki yang terlihat rapih dengan pakaian kerja itu terlihat menenteng banyak barang bawaan pagi itu. Seperti biasa. Saat bersama dengan Helda, harga diri Darel akan anjlok seketika. Kesan wibawa pada pria itu langsung hilang seketika saat dirinya berada di dalam jangkauan sang permaisuri hatinya. Walau demikian, Darel sama sekali tidak peduli, toh untuk apa menjaga image dan kesan wibawa. Karena pada kenyataannya, dia selalu saja tidak bisa berkutik jika berhadapan dengan Helda. Bukan takut. Hanya saja Darel mencoba untuk menghargai dan tidak ingin jika sang istri harus kerepota

