BAB 77: MATANYA MIRIP

1009 Kata

Darah seakan hilang dari wajah Maxime saat mendengar perkataan Maudy yang penuh emosi itu. “Kau bilang kau tidak akan meragukan perkataanku lagi, kan? Nyawa dibayar nyawa. Nyawa anakku dibayar nyawa anaknya, impas bukan? Dia juga harus merasakan sakitnya kehilangan anak yang direnggut nyawanya dengan paksa!” kata Maudy sinis. Maxime benar-benar tidak tahu harus berkata apa, bahkan dia tidak bisa berpikir. Melihat emosi Maudy dan amarahnya yang meluap seperti ini, perasaannya mengatakan kalau Maudy tidak berbohong mengenai penyebab kematian anak mereka. “Pergi dari hadapanku dan jangan pernah muncul lagi. Kecuali kau memang sudah melakukan apa yang kuminta!” kata Maudy sambil berbalik dan keluar dari ruangan itu. Sebenarnya Maudy tidak benar-benar ingin Maxime untuk membunuh Cassie Bowm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN