“Ellena,” Ellena dan Alya menoleh saat mendengar panggilan itu, tepat sebelum mereka masuk ke dalam toilet. “Wo?” kata Ellena yang terkejut saat melihat Wibowo. Dia langsung panik dan melirik ke sekeliling, tidak mau sampai terlihat oleh Tante Suryanti dan Ibu Wibowo itu salah paham lagi. “Mengapa kau tidak mau mengangkat teleponku kemarin-kemarin?” tuntut Wibowo yang tidak menyadari sikap Ellena, dia terlalu fokus pada kekesalannya. “I-itu,” Ellena kebingungan untuk menjawab. Dia lalu melihat seorang wanita berjalan ke arah mereka. Jadi dia mengajak Alya untuk bergeser agar tidak menghalangi orang lain berjalan ke toilet. Sepertinya sekarang dia harus bicara dengan Wibowo tentang persahabatan mereka. “Apa karena sudah ada Alex, kau jadi tidak perlu aku lagi?” tanya Wibowo dengan tat

