Selalu Ada Benalu

1584 Kata

Saat jam makan siang, Elang merasa tak enak pikirannya. Dia menelepon Annora. “Assalamualaikum, Ra.” Suara Elang terdengar khawatir. “Waalaikumsalam, Lang. Gimana kerjanya?” tanya Annora. “Alhamdulillah, lancar. Kamu gimana? Udah makan? Nggak kelelahan, kan?” tanya Elang dengan nada khawatir. “Tenang, Lang. Aku udah nurutin yang kamu minta. Ini lagi mau makan siang. Kamu udah istirahat?” Annora tersenyum walau tahu Elang tidak bisa melihat senyumnya. Kemudian, terdengar pintu diketuk dan suara Mbok Parmi. Annora pun melangkah untuk membukanya dan bertanya pada Mbok Parmi lewat isyarat. Mbok Parmi pun berkata dengan berbisik mengajak Annora makan siang. Annora hanya mengangguk dan mengatakan kalau Elang menelepon. “Ra, kamu masih di situ, kan?” tanya Elang. “Iya, Lang.” “AR

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN