Habis Gelap Terbitlah Terang

1750 Kata

Setiba di rumah, Annora dan Elang disambut dengan gembira oleh Mbok Parmi. “Gimana kata dokter, Nduk?” tanya Mbok Parmi. “Masih belum kelihatan jelas pas di-USG, Mbok. Dua minggu lagi, suruh ke sana lagi.” Annora menjawab sambil tersenyum. “Tapi, beneran hamil, kan, ya?” tanya Mbok Parmi. “Iya, alhamdulillah, Mbok,” jawab Elang. Mbok Parmi pun bernapas lega. “Hamil muda harus banyak istirahat, nggak boleh capek-capek.” Elang mengingatkan Annora kembali. “Iya.” “Ya udah gih ke kamar, istirahat. Biar Mbok Parmi buatin bubur, kalau mual makan nasi.” Elang berkata sambil menatap Annora dengan dalam. “Iya, kalau pusing dan lemas buat istirahat aja, Nduk.” Annora hanya mengangguk. Lalu, kembali dia menutup mulutnya dan berlari ke kamar mandi. Tak lama kemudian, terdengar s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN