Di hari pertama masuk kuliah, Jane kembali bertemu Adam. Ia menjadi salah satu kakak tingkat yang mengampu langsung masa orientasi mahasiswa baru. Sama seperti sebelumnya, Jane mampu menarik perhatian semua orang dengan penampilannya. Tidak dipungkiri, sejak punya uang, perawatan tidak lepas dari rambut hingga ujung kaki. Tidak sampai ke salon, tapi membeli skincare juga hair care. Ia merawat dirinya sendiri secara mandiri. Dulu hal itu tidak bisa dilakukan karena uang jajannya pas-pasan. Sepanjang siang itu, Jane berusaha berbaur dan menambah teman. Tapi hanya satu yang benar-benar mengajak bicara. Namanya Siska, gadis keturunan Madura. Ia sendirian di Jakarta, kostnya pun ternyata lumayan dekat dengan Jane. Dalam sekejap, mereka akrab. “Jane? Kamu kenal kak Adam?” tanya Siska di satu

