Daniel tidak pernah memprediksi hubungannya dengan Jane akan sejauh ini. Saat pertama melihat gadis itu, ia hanya menganggapnya sebagai samsak. b***k juga pelampiasan marah. Tapi siapa sangka kalau kini perasaannya serupa bumerang? Tidak bisa dilepas dan merepotkan. Setelah perjalanan panjang menuju apartemen, Daniel dan Jane menghabiskan waktu mereka di atas ranjang. Tubuh telanjang mereka bergulat, mencari kepuasan. Untuk kali ini, Jane mampu mengimbangi permainan Daniel. Ia lebih proaktif daripada yang sudah-sudah. Alhasil, butuh waktu lama bagi keduanya untuk mencapai puncak. Kurang lebih dua puluh menit kemudian, keduanya berbaring. Saling memeluk satu sama lain. “Aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai seperti tadi,” bisik Daniel menyibak rambut panjang Jane ke belakang. Jemariny

