Cinta dan Rasa Bersalah

2118 Kata

                Sisca menelepon Martin begitu mereka sampai di Bandara Soekarno-Hatta saat dini hari. Untuk mengangkat panggilan Sisca, maka Martin harus menjauh sebentar dari keluarganya yang menunggu di mobil. Mereka telah sepakat untuk menginap di rumah lama keluarga Meha yang ada di Jakarta di mana sebelumnya merupakan tempat tinggal Katrina bersama keluarganya sebelum mereka pindah ke Bandung dan sebelum Katrina tinggal di apartemen.                 Martin menepi ke depan toilet perempuan di mana Sisca bilang dia sedang ada di dalam sana. Tak lama Sisca keluar dengan bekas air mata di pipinya. Hal itu menimbulkan pertanyaan di kepala Martin. Sebelum Martin berhasil mengungkapkan pertanyaannya, Sisca lebih dulu memeluknya sambil menangis.                 “Ada apa?” Martin mengusap p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN