"Sesakit apa rasanya saat tau kau cuma bahan taruhan?" ***** Biasanya setiap hari Alex mengunjungi club, tapi akhir-akhir ini ia jarang ke club. Entah kenapa, ia hanya mencoba ingin berubah. Alex hampir lulus SMA beberapa bulan lagi, jika masa depannya dihabiskan di club maka sia-sia. Baru terpikir olehnya selama ini. Kali ini ia juga dipaksa Didin untuk ke club dengan alas an untuk menyegarkan pikiran sebelum ujian kelulusan. Alex sudah berada di dalam club, ia duduk di sofa tempat biasa yang menjadi spot favorit mereka. Tanpa terganggu dengan sekitarnya, Alex meminum vodka yang ia pesan. "Gila, gue kira lo nggak bakal bisa naklukin Katrina, tapi lo berhasil." Didin yang kembali dari meja bar bersungut-sungut. Anton yang baru datang juga tidak kalah rame. Dia menyaut begitu saja minu

