“Kita mau ke losmen yang mana, Riya? Ke Besthouse kah?” Bang Roni menyebutkan nama sebuah hotel lokal kecil yang tempatnya tak jauh dari rumah kami. “Nggak usah ke sana. Tempat itu terlalu familiar. Kalau bang Sarip mencariku, itu adalah tempat pertama yang akan ia datangi.” Jawab Riya. “Jadi mau ke mana?” tanya Bang Roni lagi. “Terserah. Kamu aja yang Carikan tempat. Aku nggak terlalu tahu tentang penginapan di sini. Tolong Carikan penginapan yang agak jauh dan jarang didengar namanya.” Pinta Riya. Bang Roni tak menjawab lagi. Ia justru mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya. “Halo Boy, lagi di mana?” Kudengar ia menelepon seseorang yang aku yakin itu adalah salah satu temannya. “Anu Boy, kamu tahu nggak, di mana losmen atau penginapan yang jarang orang tahu...? Ini buat saudar

