XVI. 99%

1766 Kata

Yasmin bingung menyikapi perasaannya. Ia terlihat hanya mengaduk-ngaduk makanan yang berada di depannya. Tak ayal lagi hal itu membuat Mirza bertanya-tanya. Yasmin seringkali terlihat sering termenung di tengah melakukan kegiatannya. "Yasmin!" Mirza memanggilnya tiba-tiba. seketika tubuh Yasmin terlojak karena terkejut. "Apa?!" Wajah Yasmin terlihat kesal. " Kau makan apa gali kubur?!" Mirza berkata dengan sinis. Yasmin melihat piring yang berisi makanan di depannya. Benar saja, nasi di dalam piring itu berlubang di tengah dan ada timbunan nasi di pinggiran piring. "Uhm." Yasmin tersenyum hambar. "Kau kenapa?" Mirza khawatir. Yasmin hanya menggelengkan kepalanya tanpa bicara. "Kau tau besok sore kita mulai loading?" Mirza membuka percakapan. "Iya aku tau,” jawab Yasmin cuek. "Kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN