Lola langsung mengambil ponselnya dan mencari kontak yang dibutuhkannya. Laura hanya mengerjap-kerjap memandang apa yang dilakukan sang asisten. “Loe nelpon siapa Lol?” tanyanya. “Laki lu!” balas Lola tanpa menoleh. Kening Laura langsung mengernyit bingung dengan ucapan Lola. Ia berusaha berpikir siapa yang dimaksud Lola walaupun si asisten sudah mengatakannya dengan sejelas itu. “Gue 'kan belom merid, Lol. Mana ada laki?” bingungnya. “Astaga, neng Lauraaaaa!!! Cantik-cantik kok bego sih??? Pacar loe emang bukan laki???” Lola memelototi Laura dengan tatapan hampir mencekik si bos. Mungkin sepertinya Laura yang harus diberi nama Lola. “Oh, ayang Sam...” gumam Laura sambil senyam-senyum malu gak jelas setelah paham dengan ucapan Lola. “Ugghh! Sebel ah! Deket-deket sama orang bego

