Laura yang melihat kegiatan Samuel pun wajahnya memerah. Dia tidak kuasa akan membayangkan malam panas ini akan terjadi sekarang juga. Haruskah membelah duren yang sudah lama di gembok paten? Gadis ini menelan salivanya susah payah. Tidak pernah merasakan debaran jantung seperti ini. Debaran di dadanya layaknya sebuah gempa tektonik berkekuatan delapan skalalicter yang mampu memporak porandakan bangunan. Belum lagi kembang kempis paru-parunya yang seakan kesulitan dalam memompa oksigen. Keringat pun keluar dari pori-porinya. Saat ini hujan dan AC tengah menyala, harusnya Laura kedinginan. Beuh …. Otot-otot perut Samuel berjejer rapi bak roti sobek isi keju. Membuat Laura lapar dan ingin segera menyantap rasa nikmat yang belum ia rasakan. Mata Laura merem melek melihat tubuh Samuel bak Le

