Chapter 14

1417 Kata

Lagi-lagi mimpi itu terjadi, mungkin karena dia terlalu kelelahan hari ini. Menyisakan tubuh Laura gemetaran dan basah oleh butiran keringat. Sosok menyerupai Claudia selalu muncul menerornya dalam tidur. Hanya bayang Samuel yang membuatnya tersadar dan bisa keluar dari labirin alam bawah sadar. Laura menarik napas dalam untuk menenangkan diri. Dalam cahaya temaram, Laura beringsut turun dari ranjang dan pergi ke dapur mengambil air minum. Tenggorokannya perlu dibasahi agar lebih lega. Dia berdiri dekat pantri dan menenggak air dingin segelas penuh. Merasa lebih baik, Laura dapat berpikir jernih. Dia duduk termenung di bangku dapur.  Semenjak terlibat masalah pertinjaan, hidupnya yang teratur dan berkelas menjadi kacau balau. Kontrak batal, cowok yang ditaksir jadi rival, ada yang mati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN