Samuel pindah ke sofa di mana Laura sedang duduk terpaku. Tidak dilepaskannya pandangannya dari mata gadis itu sedetik pun. Ia bahkan mencondongkan kembali tubuhnya ke arah Laura dan mendorongnya perlahan hingga Laura kembali berbaring di sofa. Samuel telah berada di atasnya. Diusapnya rambut Laura perlahan hingga menyentuh pipinya dan membuat Laura bergidik kegelian. Bukan sensasi seram, melainkan sensasi mendebarkan yang membuatnya tidak bisa melepaskan pandangan dari mata penuh kharisma itu. Jemari Samuel berhenti pada dagu Laura dan ia menyentuhnya lembut. Sebelum Laura bisa memikirkan apa yang akan terjadi, Samuel sudah terlebih dahulu menunduk dan mengecup bibirnya sekali lagi. Kecupan yang lembut dan membuat jantung keduanya berdebar keras. Tentunya jantung yang lebih keras berde

