Sam sudah menyetujui ide Laura untuk menjadi model iklan kos-kosannya. Pria itu merasa ragu karena ia tidak punya dasar modelling sama sekali sehingga untuk berdiri di depan kamera saja ia merasa sangat canggung. Hanya karena bujukan sang kekasih, Samuel mau tak mau harus belajar menjadi model. Ia gugup sekali padahal hanya menjadi model spanduk yang akan dipasang di depan kos-kosan Laura saja. Sebenarnya Laura ingin tertawa melihat Sam yang keringat dingin menunggu sesi pemotretan. Sam nampaknya tidak tahu jika Laura yang akan memotretnya. Pria itu duduk di ruang tamu rumah Laura dengan punggung tegap dan kaku seperti orang yang akan melakukan wawancara kerja. Laura yang baru saja turun dari kamarnya sambil membawa ponselnya pun hendak tertawa dan ia langsung menghampiri Sam. “Sam,

