Malu-Malu Tapi Mau

1376 Kata

"Nadia ayo bangun, sebentar lagi solat Subuh. Kita harus mandi junub dulu, " Fahmi sedikit mengguncangkan tubuh Nadia dengan suara yang begitu lembut. Matanya perlahan-lahan terbuka lebar dan melihat Fahmi berada tepat di sampingnya. Semburat merah langsung menghiasi wajahnya tatkala menatap otot-otot sixpack di depannya. Sontak dia menyembunyikan wajahnya di balik selimut. Bayangan percintaan mereka semalam mulai berputar bagaikan roll film di otaknya. "M..mas duluan saja. Nanti aku terakhiran mandinya, " jawab Nadia gugup. Miliknya juga masih terasa agak ngilu karena semalaman Fahmi menghajarnya tanpa ampun. Padahal pernikahan ini tujuannya hanyalah untuk membuatnya kembali bersama Ustadz Hafiz tapi kenapa Fahmi bernafsu sekali saat menyentuhnya tadi malam. Dia juga tidak bisa menola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN