Ustadz Hafiz Marah

1084 Kata

Nadia duduk di sebelah Fahmi bersama dengan Hulya. Perlahan-lahan mata pria itu terbuka lebar menatapnya. "Nadia... " panggilnya dengan suara serak. "Kak Fahmi, bagaimana keadaan kakak? " tanya Nadia cemas. Dia sudah menganggap Fahmi seperti kakaknya sendiri tidak lebih dari itu. Saat menerima kabar Fahmi sedang sakit, hatinya tiba-tiba resah dan ingin segera menemuinya. "Keadaanku sudah jauh lebih baik setelah melihatmu Nadia. Terima kasih karena sudah datang kemari, " jawab Fahmi. "Alhamdulillah kalau begitu kak,kakak cepat sembuh ya,"harap Nadia. Hulya melihat Nadia dan Fahmi secara bergantian. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia memilih untuk memendamnya. Hampir satu jam lamanya Nadia berada disana. Secara ajaib keadaan Fahmi semakin membaik dibandingkan sebelumnya. Jujur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN