28. Teman Wanita

2111 Kata

Cici kembali tersenyum dengan lebar dan melambai-lambaikan kedua tangan nya ke arah Farhan setelah ia mengucapkan terimakasih dan pergih melangkah masuk ke bangunan yang besar di hadapan nya kini. "Permisi, boleh saya bertanya.. dimana ruangan rawat atas nama Mba Helina yaa?" Ucap Cici pelan dan mulai membuka suara kearah resepsionis suster rumah sakit itu. "Maaf dengan siapa ya? nama adek siapa?" Tanya balik suster itu dengan ramah menatap lekat ke arah Cici. "Nama ku, Cici." Ucap Cici cepat dan terseyum lebar. "Maaf, tidak ada nama pasien yang nona sebutkan disini, mungkin di rawat dirumah sakit yang lain." Ucap suster itu cepat dan tersenyum hangat ke arah Cici. "Benarkah? tapi.. tapi Cici dengar mba Lina dirawat disini? apakah sia-sia saja Cici kabur dari hotel itu." Lirih Cici pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN