Bu Ani menghela napas panjang, Vian yang saat ini sedang bersama dirinya sangatlah berbeda dengan Vian yang sering ia temui dulu, Bu Ani merasa bahwa ada sebuah jurang yang sedang memisahkan dirinya dengan Vian! Vian yang sudah ia anggap anak nya sendiri itu. "Assaalamualaikum," Ucap Vian cepat sebelum memasuki rumah sederhana yang sedang ia tempati itu. "Waalaikumsalam, Nak." Terdengar jawaban salam dari dalam rumah itu. Vian sontak melepas sepatu nya dan menaruh nya di rak sepatu sebelum berjalan masuk keruangan tamu, Vian tersenyum kecil saat melihat seorang pria paruh baya yang sudah menginjak umur 70 tahunan itu sedang menatap kearah nya. "Kakek, sudah sarapan?" Ucap Vian cepat dan tersenyum ramah setelah bersaliman dengan orang tua yang ia panggil dengan sebutan kakek itu. "Suda

