Helina kini kembali berjalan menuju kasur yang sudah sedari tadi ia tiduri itu hati nya ingin melihat sang putri nya lagi karna tadi ia hanya bisa sebentar melihat sang putri nya sesuai waktu yang di tentukan pihak rumah sakit. Helina takut jika Putri nya akan merasa tak nyaman akan petir-petir yang kini sedang bergemuruh di langit, Cklek.. suara pintu kamar terbuka. Seorang wanita berseragam Suster segera melangkah masuk ke kamar Helina dengan senyuman ramah di bibir nya kepada Helina. "Permisi, Bu Lina." Ucap Suster wanita itu cepat dengan wajah tersenyum ramah nya. "Iya, Suster.. apakah ada jadwal pemeriksaan lagi malam-malam seperti ini?" Tanya Helina cepat dengan wajah penasaran itu saat melihat seorang Suster wanita masuk ke dalam ruangan nya. "Tidak ada, Bu Lina.. saya kesini ha

