PART 61

1828 Kata

61 “MAAFKAN AKU, SAOIRSE.” Ucapan sebuah suara yang serak, dalam, dan mengerikan. Aku tidak bisa menafsirkan premis dalam kegelapan seperti ini. Tidak ada yang jelas aku lihat. Tapi aku bisa merasakan presensi sesuatu bersama aku. Di dalam sini, aku tidak sendiri. Lagi pula, aku sudah mendengar suara darinya, meresonasi dari telinga kiri dan keluar dari telinga kanan. Aku mencoba untuk memicingkan mata agar aku bisa melihat siapa yang sedang berkata di depan aku ini, tapi nihil. Rasanya seperti mencoba untuk melihat saat dua bola mata kamu sedang ditutup oleh sebuah kain yang terikat keras di kepala. Aku menelan ludah saat setelah beberapa lama aku masih bisa merasakan dia berdiri di hadapan aku tanpa mengatakan apa pun. Aku menunggu dengan lama, tanpa bisa melakukan apa – apa. Or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN