Bahagia Setelah Berpisah 62. ** Secara kasar Hamdan mengambil undangan itu dari tangan Lia. Wajah kesalnya semakin menjadi-jadi. Lia terkejut melihat sikap kasar sang suami itu. "Kamu berani sekali membuka-buka tas kerjaku. Dasar gak sopan kamu!" Hamdan menunjuk Lia dengan kesal. "Loh, emang kenapa, Mas? Bukankah aku istri mu." "Enak sekali kamu berkata seperti itu. Kalau begitu di mana privasi ku. Aku punya privasi ingat itu!" Lia menghela napas dengan sikap kasar sang suami. "Hal seperti itu saja mengapa harus kau besar-besarkan, Mas." "Aku gak suka kamu melakukan hal itu lagi. Ngerti kamu!" kata Hamdan dengan penekanan. "Ya sudah, Mas. Maafkan aku kalau kamu marah namun aku lihat itu ada undangan dari teman kamu di gedung. Aku juga mau ikut ke acara itu. Boleh kah?" tanya L

