Princess Sudjono : 33

2176 Kata

Sandi Ramadhan duduk termenung di dalam penjara. Wajah dan badannya benar-benar nyeri karena banyak sekali luka lebam bekas pukulan. Beruntung sekali dia segera dipisah. Kalau saja tidak segera dilerai, mungkin hanya tinggal namanya saja sekarang. Sebenarnya, Sandi kemarin tidak sampai menyentuh Linzi, tidak mencium apalagi menyentuh tubuhnya. Sandi terdiam saat melihat tubuh Linzi yang jatuh tidak sadarkan diri. Akan tetapi, sebelum Sandi membopong tubuh Linzi, Aden datang dan langsung memukulinya. Sandi tidak berusaha melawan Aden karena memang dirinya lah yang salah. Dan dia sudah siap dengan resiko yang akan didapatkan karena telah melakukan itu ke Linzi. Termasuk akan dijebloskan ke penjara oleh Aden. Belum lagi ada perasaan keluarga kecilnya yang jadi korban karena kekhilafanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN