Princess Sudjono : 19

2559 Kata

Sandi sebisa mungkin menahan amarah. Bagaimana mungkin gadis yang di cintainya, mencium pria lain di hadapannya. Padahal dulu, jangankan mencium bibir Linzi. Mengecup pipinya saja Sandi belum pernah. Linzi hanya menempelkan bibirnya ke bibir sang calon tunangan. Sementara Aden hanya diam saja dengan mata melotot tidak percaya. Beruntung Aden tidak pingsan di tempat karena dicium sang pujaan hati. Sandi berlalu dari situ dengan amarah yang memuncak. Dalam hati tidak menyangka bahwa Linzi berani mencium bibir Hayden Abimana. Dengan perlahan Linzi melepaskan diri, masih dengan mata terpejam. Kemudian menatap sang calon tunangan yang masih belum sadar dari keterkejutannya. Ya iyalah terkejut. Dicium tiba-tiba tidak mungkin membuat sang calon tunangan terkejut bukan main. "Aa," panggil Li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN