Aku tidak percaya dengan apa yang Arsen katakan pada Tante Rania, jujur aku terganggu dengan ucapan Arsen yang menurutku tidak mendasar dan membuat aku salah paham. Aku dan kakaknya akan segera bertunangan, tidak mungkin aku menjadi kekasih adik calon tunangan aku, aku mencoba untuk tidak panik. Tentu saja, aku berharap Tante Rania tidak menggubris ucapan Arsen. Sayangnya, apa yang aku pikirkan tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan beliau. Tante Rania tampak tersenyum lebar dan menanggapi ucapan Arsen dengan serius, "Sudah berapa banyak gadis yang kamu kenalkan sebagai kekasih kamu, Arsen? Tante hafal betul dengan tabiat kamu," tegur Tante Rania yang membuat Arsen terkekeh, "Hehehe, sekarang Arsen serius, Tante. Arsen mencintai Luna dengan sepenuh hati," jawab Arsen sembari menggengg

