Arsen menatap aku dengan tajam, seakan menunggu jawaban dari mulutku, perihal pertemuan pertama kami. aku benar-benar tidak dapat mengingat semua dengan baik. Aku merasa, pertemuan pertama kami, ya di rumah keluarga Abimana. Tapi, berbeda dengan jawaban Arsen yang tidak menyetujui jawabanku. "Ck, aku benar benar tidak mengingatnya, Arsen. Aku tidak berbohong, sungguh," kataku yang merasa terdesak dengan keadaanku saat ini. Arsen seakan enggan mengalah dengan hal itu, tubuh Arsen bergerak semakin mendekat ke arahku,"aku kecewa, kamu melupakan pertemuan kita," kata Arsen sendu. Arsen seperti berubah menjadi sosok yang lain saat mengatakan hal itu. Sungguh, aku dibuat tidak bisa berkata kata dengan apa yang Arsen lakukan, setelahnya. Dia tiba tiba saja mengecup bibirku. Kecupan kilat y

