Luna menatap Arsen yang saat ini mengitari bagian depan mobilnya, Arsen terlihat sangat kesal saat ini. Luna memilih untuk diam dan tidak membahas apa yang terjadi di dalam rumah. Luna tau, Arsen sedang dalam mood tidak baik karena Seina. Arsen segera menggunakan seatbelt, dan kemudian melajukan mobilnya ke arah luar pelataran rumahnya menuju ke kampus Luna. Arsen benar benar ingin menghindari Seina dan Saka, Ketika mereka berada di pertengahan jalan, Arsen membuka suara, menatap Luna lewat pantulan kaca di dalam mobilnya, "Luna," panggil Arsen, yang membuat Luna mau tidak mau menatap Arsen,"apa kamu mau menemani aku ke suatu tempat?" tanya Arsen yang membuat Luna mengernyitkan keningnya, "Ke mana?" tanya Luna dengan lugu, Luna menyesali apa yang Luna ucapkan, seharusnya Luna tidak men

